Ende – Komitmen Karantina Pertanian dalam pelayanan publik salah satunya adalah layanan pengujian sampel di laboratorium. Hasil pengujian tentunya harus dapat dipertanggungjawabkan. Bentuk komitmen yang dilakukan Karantina Pertanian Ende yaitu mewujudkan laboratorium yang terakreditasi sesuai dengan SNI ISO/IEC 17025 : 2017 baik karantina hewan maupun karantina tumbuhan.

“Laboratorium yang terakreditasi merupakan komitmen dari Karantina Pertanian dalam pelayanan publik, termasuk Karantina Pertanian Ende. Hasil pengujian dari laboratorium yang terakreditasi tentunya lebih dapat dipertanggungjawabkan,” kata Kepala Karantina Pertanian Ende Yulius Umbu Hunggar, Senin (17/6).

Yulius menjelaskan standar mutu dan teknis yang baik dari laboratorium menjadi peran penting dalam keseragaman hasil. Terkreditasinya laboratorium ini tidak hanya memastikan pengendalian dan jaminan terhadap mutu, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas laboratorium Karantina Pertanian Ende.

Adapun ruang lingkup pengujian yang dilakukan penilaian yaitu Rose Bengal Test (RBT) pada darah sapi untuk bidang karantina hewan dan identifikasi Necrobia rufipes (kumbang kopra) untuk bidang karantina tumbuhan.

Penilaian ini dilakukan untuk melihat kesesuaian persyaratan umum, persyaratan struktur, persyaratan manajemen, persyaratan sumber daya dan proses berdasarkan SNI ISO/IEC 17025:2017. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dinilai oleh asesor Tati Aryanti dan Rani Gustia dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).

 

20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate
English English Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia