Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan wilayah yang memiliki sumber pakan ternak yang memadai, sehingga cukup potensial untuk peternakan sapi. Hal ini menjadikan Flores sebagai salah satu pemasok ternak sapi potong di Indonesia. Peternakan sapi potong terutama jenis Bali di Pulau Flores saat ini sudah mendapat respon yang sangat baik dari beberapa pemerintah daerah seperti Kabupaten Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Sapi Bali adalah jenis lokal dengan ras yang cukup unggul. Awalnya merupakan banteng liar di padang savana, kemudian didomestikasi atau dijinakkan.Sapi Bali memiliki karakteristik daging yang lebih tebal, tulang yang relatif lebih kecil dan daya tahan tubuh yang lebih kuat jika dibandingkan dengan jenis sapi lain. Hal inilah yang membuat sapi Bali banyak diminati oleh peternak sapi di Flores dan juga konsumen di wilayah Indonesia.Momen Iduladha atau Idulkurban merupakan hari bersejarah bagi umat islam. Kurang lebih dua pekan lagi, seluruh umat Islam di dunia akan merayakannya. Persiapan hewan kurban pun sudah mulai sejak bulan lalu. Lalu lintas sapi potong dari Flores menggeliat meski di tengah pandemi. Momen ini menjadi keberkahan bagi para peternak sapi di Flores.”Menjelang Idulkurban tahun ini, pengiriman hewan ternak terutama sapi potong jenis Bali asal Flores mengalami peningkatan. Terutama beberapa pekan terakhir ini,” ungkap Kepala Karantina Pertanian Ende Yulius Umbu Hunggar, melalui keterangan tertulis, Jumat (17/7).Yulius menyebutkan Karantina Pertanian Ende berusaha semaksimal mungkin melakukan pengawasan baik kesehatan maupun keamanan hewan ternak yang akan dilalulintaskan ke berbagai wilayah di Indonesia. “Pemkab Ende bersama Tim Akselerasi Ekspor sudah memulai pengembangan peternakan bulan lalu melalui program penggemukan. Industri penggemukan sapi ini bisa menjadi lumbung protein hewani ke depannya. Kantong-kantong peternakan semakin berkembang di beberapa kabupaten di Flores yang sudah diapresiasi oleh Gubernur NTT (Viktor Laiskodat-red),” kata Yulius.Karantina Pertanian Ende, Yulius memaparkan kesiapannya memberikan pelayanan prima bagi masyarakat, terutama pelayanan karantina dalam lalu lintas produk hewan maupun tumbuhan jelang Iduladha. Ia pun menyatakan instansi yang dipimpinnya terus mendukung penuh seluruh program yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo).Yulius menambahkan bahwa pejabat karantina tetap siaga melakukan pengawasan di pelabuhan terutama untuk pengeluaran sapi ternak di Flores. Diantaranya yaitu Pelabuhan Reo di Kabupaten Manggarai, Pelabuhan Maropokot di Kabupaten Nagekeo, dan Pelabuhan Ende di Kabupaten Ende. Pemuatan sapi ternak di ketiga pelabuhan tersebut terus meningkat jelang Iduladha. Di tempat terpisah, Koordinator Fungsional Karantina Hewan, Sefi Lestyo Harini mengatakan Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Ende sudah menyertifikasi sapi Bali sebanyak 383 ekor selama Juni dan 597 ekor hingga pertengahan Juli. Kenaikan jumlah sapi yang dilalulintaskan sebesar 55,87% selama dua bulan terakhir ini dan diperkirakan jumlahnya terus bertambah hingga akhir Juli mendatang. *Jamin Kesehatan dan Keamanan Sapi*Jumlah sapi pada periode Juni hingga pertengahan Juli 2020 sebanyak 980 ekor yang dilalulintaskan ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jeneponto, Boyolali dan Bekasi. Karantina Pertanian Ende pastikan kesehatannya sebelum dilalulintaskan untuk kebutuhan kurban. “Ternak sapi yang akan dilalulintaskan terlebih dahulu kami lakukan pemeriksaan kesehatan melalui uji laboratorium. Adapun target pengujian yaitu penyakit Brucellosis dan parasit darah Trypanasoma. Setelah ternak dinyatakan sehat dan dokumen persyaratan lengkap, maka siap untuk dilalulintaskan,” papar Sefi. Sapi potong (daging sapi) merupakan salah satu dari sebelas komoditas bahan pokok yang dikawal Kementerian Pertanian.Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menyampaikan Barantan lakukan tugas pengawasan dan keamanan pangan. Baginya ini menjadi penting, karena masyarakat membutuhkan jaminan atas keamanan pangan asal produk pertanian.“Untuk keamanan dan kesehatan bersama, kami juga menghimbau masyarakat yang akan melalulintaskan produk pertanian baik ekspor, impor atau antar area, laporkan kepada petugas karantina terdekat untuk diperiksa dan dipastikan sehat dan aman,” tutup Jamil.
Narahubung :
drh. Yulius Umbu Hunggar
Kepala Karantina Pertanian Ende