Sebelum tahun 1982 terdapat kegiatan dalam pelaksanaan tindak karantina hewan terhadap komoditas hewan antar pulau dari Flores ke Surabaya dan lain-lain, yang dilaksanakan di pelabuhan Reo, Maumbawa, Aimere dan Ende. Tahun 1982 dan seterusnya kawasan Flores di bawah naungan Balai Karantina Kehewanan Wilayah IV Denpasar yang mencakup Bali, NTB dan NTT. Unit Pelaksana yang terbentuk di Flores pada saat itu antara lain Stasiun Karantina Hewan Reo, Stasiun Karantina Hewan Maumbawa dan Stasiun Karantina Hewan Ende.

Tahun 1995 status dari Stasiun Karantina Hewan dialihkan ke Wilayah Kerja Karantina Hewan Reo, Maumbawa, Ende dalam naungan SKH Kelas I Tenau, dengan pusat kantor di Kupang – NTT.

Tahun 2003 kembali diubah status dari Wilayah Kerja Karantina Hewan menjadi Stasiun Karantina Hewan Kelas II Ende. Dimana membawahi wilayah kerja Pulau Flores dan Lembata serta terpisah dari SKH Kelas I Tenau (saat ini Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang) yang mempunyai wewenang mengelola DIPA sendiri.

Tahun 2008 terjadi integrasi UPT antara Stasiun Karantina Hewan Kelas II Ende dan Wilayah Kerja Karantina Tumbuhan Labuan Bajo, Ende, dan Maumere yang merupakan bagian dari Stasiun Karantina Tumbuhan Kelas II Tenau menjadi Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende. Hingga saat ini, Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende yang menaungi Pulau Flores dan Lembata memiliki 9 (sembilan) Wilayah Kerja Karantina Pertanian antara lain :

  1. Wilayah Kerja Labuan Bajo
  2. Wilayah Kerja Reo
  3. Wilayah Kerja Aimere
  4. Wilayah Kerja Maumbawa
  5. Wilayah Kerja Maropokot
  6. Wilayah Kerja Ende
  7. Wilayah Kerja Maumere
  8. Wilayah Kerja Larantuka
  9. Wilayah Kerja Lembata

Sejarah tidak terlepas dari pimpinan yang pernah mengkoordinasikan, mengelola dan melaksanakan kegiatan perkarantinaan di wilayah Flores. Pimpinan yang pernah menjalankan tugas dari masa ke masa di Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende, yaitu:

  1. Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende 2003-2004: drh. Muhammad Jumad
  2. Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende 2004-2008: drh. I Made Nurata
  3. Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende 2008-2009: Ir. Abdul Munip
  4. Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende 2009-2014: drh. I Putu Gede Suwarjaya
  5. Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende 2014-2017 : drh. Tri Handono
  6. Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Ende 2017 saat ini : drh. Yulius Umbu Hunggar

 

 

 

Translate
English English Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia