Labuan Bajo – Kamis (18/02), Karantina Pertanian Ende melalui Wilayah Kerja Labuan Bajo kembali melakukan penahanan telur ayam sebanyak empat ton. Telur ayam tersebut diangkut oleh KM. Niki Barokah tanpa disertai sertifikat sanitasi produk kesehatan hewan (KH-12) dari Surabaya.

“Saat melakukan pengawasan kami mendapati sejumlah telur tanpa dokumen, sehingga terhadap telur tersebut kami lakukan penahanan. Total kami telah melakukan tindakan penahanan telur ayam sebanyak empat kali sampai bulan Februari ini,” ujar Endah Dokter Hewan Karantina Wilker Labuan Bajo.

Berdasarkan UU No 21 Tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan pengguna jasa sudah melanggar pasal 35 dimana tidak dilengkapi dokumen karantina dari tempat pengeluaran. Sedangkan menurut pasal 44 tindakan penahanan dilakukan untuk mengamankan media pembawa di bawah pengawasan pejabat karantina.

SobatQ, ini merupakan komitmen bersama Karantina Pertanian Ende dalam menjalankan tugasnya sesuai amanah undang-undang. Hal ini demi mencegah masuknya hama penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) ke dalam Pulau Flores.