Maumere – Selasa (02/03), Pejabat Karantina Pertanian Ende Wilayah Kerja Maumere melaksanakan pemeriksaan terhadap kakao tujuan Makassar dan alpukat tujuan Sinjai sejumlah total 39.500 kilogram melalui Pelabuhan Wuring Maumere. Berdasarkan data IQFAST (Indonesia Quarantine Full Automation System) Wilker Maumere, tercatat sepanjang Januari hingga Maret pengiriman antar area kakao sejumlah total 135.290 kg dan alpukat 81.469 kg.

“Rutin dikirim, kami pastikan dua komoditas tersebut sehat dan bebas dari Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Setelah selesai pemeriksaan fisik kakao dan alpukat tersebut kami nyatakan sehat serta kami terbitkan sertifikat kesehatan karantina tumbuhan antar area (KT-12),” ungkap Yoggy Yosef Gelang, Pejabat Karantina Ende yang bertugas.

Pengiriman komoditas pertanian terutama buah segar dari Pelabuhan Wuring Maumere menuju Sulawesi Selatan menjadi pilihan favorit. Dengan jarak yang lebih dekat serta intensitas lalu lintas transportasi air yang lebih tinggi jika dibandingkan pelabuhan lain di wilayah Floresi Timur.

SobatQ, selalu lapor karantina yaa, supaya komoditas yang kita bawa dapat dipastikan kesehatannya bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tanaman Karantina (OPTK).